LAMAN

Minggu, 27 Mei 2012

LADY GAGAL RESMI NYATAKAN BATAL MENGGELAR KONSER DI JAKARTA

 
LADY GAGAL RESMI NYATAKAN BATAL MENGGELAR KONSER DI JAKARTA
Konser Lady Gaga dipastikan batal digelar di Jakarta pada 3 Juni 2012 mendatang. Pembatalan ini dinyatakan langsung oleh manajemen Lady Gaga via promotor di Indonesia, yaitu Big Daddy. Keputusan ini dilakukan pada detik-detik terakhir, tepatnya sepekan sebelum konser digelar. Kuasa hukum Lady Gaga, Minola Sebayang, mengatakan pembatalan yang dilakukan menejemen Lady Gaga murni karena masalah keamanan di Indonesia bukan karena masalah perizinan.

Sementara itu dalam jumpa pers di Singapura, Kamis (24/5) lalu, manajer Lady Gaga, Troy Carter, sudah menyampaikan sikap Lady Gaga yang lebih memilih membatalkan konser di Jakarta daripada harus memenuhi tuntutan untuk menenangkan kelompok-kelompok agama. Menurut Carter, Lady Gaga tidak akan bisa menenangkan kelompok garis keras yang mengecamnya. "Kita akan melewatkan saja konser di Jakarta," ungkapnya. (/MI/Kompas)

Sabtu, 19 Mei 2012

trik seting OPMIN HANDLER

TRIK UPDATE SETING JALUR AKSES 1:
- APN: 3gprs
- Proxy: 10.0.4.10
- Port: 3128
SETING JALUR AKSES 2:
- APN: 3gprs
- Proxy: kosongi
- Port: kosongi
SETING JALUR AKSES 3:
- APN: kosongi
- Proxy: kosongi
- Port: kosongi
SETING OPMIN 1 :
- HTTP server: http:// server4.operamini.com:80/
- Socket server: socket:// server4.operamini.com:1080
- Frontquery: 0.facebook.com.gowingo.com/cgi- bin/nph-get.cgi/00010A/http/ atau :
- Frontquery: wap.three.co.id.anongoogle.com/ cgi-bin/nph-get.cgi/000000A/http/
- Lainnya Standart
- Ket: Bisa Download Via Direct Download
SETING OPMIN 2 :
- HTTP server: http:// server4.operamini.com:80/
- Socket server: socket:// server4.operamini.com:1080
- Proxy Type: HTTP
- Proxy Server: 0.facebook.com.server4.operamini. com:80/
- Lainnya Standart
- Ket: Bisa Download Via Save
TRIK BOLT 1
SETING JALUR AKSES:
- APN: 3data
- Proxy: 74.54.240.26
- Port: 80
SETING BOLT :
- Front Query: m.fb.snaptu.com /0.facebook.com
- Remove Port: -
- Proxy Type: Host
- Proxy Server: m.fb.snaptu.com /0.facebook.com
TRIK BOLT 2
SETING JALUR AKSES:
- APN: 3gprs
- Proxy: 174.132.018.066
- Port: 80
SETING BOLT :
- Proxy Type: HTTP
- Proxy Server: m.fb.snaptu.com /0.facebook.com
TRIK UCWEB
SETING JALUR AKSES:
- APN: 3data
- Proxy: 66.154.107.219
- Port: 80
SETING UCWEB :
- Front Query: m.fb.snaptu.com /0.facebook.com - Proxy Type: Host
- Proxy Server: m.fb.snaptu.com /0.facebook.com

Jumat, 18 Mei 2012

Hot Photo Syahrini Bubu

Wirausaha Modal Kecil
Cari Jodoh Online Pasang Iklan Mobil Pasang Iklan Properti

PENYEBAB TRAGEDI SUKHOI DI GUNUNG SALAK

Penyebab Tragedi Sukhoi di Gunung Salak. Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) menyatakan saat Sukhoi Superjet 100 menabrak tebing Gunung Salak tanggal 9 Mei pukul 14.33 WIB, gunung tersebut sedang diliputi awan Cumulonimbus menjulang setinggi 37.000 kaki (11,1 km).
“Logika sederhananya, pilot akan mencari jalan keluar yang paling aman. Namun menaikkan pesawat untuk mengatasi awan mungkin dianggap terlalu tinggi, dari 10.000 kaki harus terbang melebihi 37.000 kaki. Karena itu, pilihannya hanya mencari jalan ke kanan, kiri, atau bawah,” kata Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan Thomas Djamaluddin, ketika dihubungi dari Jakarta, Sabtu.
Karena itu, ia menjelaskan, pilihan minta izin menurunkan pesawat ke ketinggian 6.000 kaki mungkin didasarkan pada pertimbangan bahwa ada sedikit celah yang terlihat di bawah, tetapi terlambat memperhitungkan risiko yang lebih fatal dengan topografi yang bergunung-gunung.
Ia menguraikan, data MTSAT menunjukkan sekitar waktu kejadian, awan di sekitar Gunung Salak memang tampak sangat rapat dengan liputan awan lebih dari 70 persen.
Analisis indeks konveksi yang bisa menggambarkan ketinggian awan juga menunjukkan indeks sekitar 30 yang bermakna adanya awan Cb (Cumulonimbus) yang menjulang tinggi sampai sekitar 37.000 kaki (11,1 kilometer).
Data satelit itu, tambahnya, memberi gambaran bahwa saat kejadian, pesawat dikepung awan tebal yang menjulang tinggi. Pada saat sebelum jatuh itu, diinformasikan pesawat turun dari ketinggian 10.000 kaki (3 kilometer) ke 6.000 kaki (1,8 kilometer), padahal tinggi gunung Salak sekitar 2,2 km. Namun analisis ini, tegasnya, hanya berdasarkan data satelit cuaca, sekadar untuk memberi jawaban sementara berdasarkan data, bukan berdasarkan spekulasi yang tak berdasar.
“Analisis komprehensif tentang faktor lainnya tentu kita nantikan dari analisis rekamanan penerbangan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), walau tentu saja faktor cuaca tetap tak dapat dikesampingkan,” kata Djamal. Sementara itu, mantan Kepala Unit Pelaksana Teknis Hujan Buatan BPPT Syamsul Bahri yang ditemui mengatakan, saat berada di dalam kepungan awan seorang pilot memiliki risiko yang tinggi untuk tiba-tiba naik atau tiba-tiba turun. “Karena itulah, setiap pilot selalu menghindari awan untuk menghindari risiko ini dengan terbang jauh di atas liputan awan. Namun mungkin si pilot belum menguasai medan yang berat ini,” kata Kepala Biro Perencanaan BPPT yang berpengalaman menerbangkan pesawat untuk layanan modifikasi cuaca itu. (Antara/ea)